
Kondisi
ini biasanya terjadi pada bayi berusia kurang dari 1 tahun yang bisa
mengakibatkan cedera otak parah dan permanen, cedera tulang belakang,
pendarahan di mata (pendarahan retina) bahkan hingga kematian. Data statistik
dari Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC) korban
dari sindrom bayi terguncang ini umumnya berusia 3-8 bulan, dan sekitar 25
persennya meninggal akibat cedera yang dialaminya. Bayi memiliki otot leher
yang sangat lemah serta memiliki kepala yang berat dan besar untuk ukuran
tubuhnya. Selain itu terdapat ruang antara tengkorak dan otak yang memungkinkan
untuk perkembangan otak bayi.
Jika
bayi mengalami guncangan yang keras, maka bisa menyebabkan otak di dalam
tengkorak bergerak yang mengakibatkan memar jaringan otak dan merobek pembuluh
darah. Pada umumnya luka yang timbul termasuk pendarahan di sekitar otak,
pendarahan di mata dan sumsum tulang belakang serta cedera pada leher. Namun
pada beberapa kasus kadang ditemukan adanya patah tulang rusuk atau patah tulang
lainnya. Biasanya luka yang timbul akibat sindrom ini tidak langsung terlihat.
Tapi beberapa bayi terkadang mengalami muntah atau menjadi lekas marah.
Gejala-gejala
ini terjadi karena meningkatnya tekanan dalam otak akibat pendarahan atau
pembengkakan. Gejala lain yang mungkin timbul adalah lesu, sesak napas dan
kejang. Bayi yang mengalami cedera akibat sindrom ini membutuhkan perawatan
darurat, termasuk bantuan pernapasan dan juga operasi. Selain itu
seringkali bayi memerlukan pengeringan darah di sekitar otak untuk mengurangi
cedera, serta dibutuhkan perawatan lain termasuk pemeriksaan mata
(opthalmologic) dan juga saraf (neurologis).
Goyangan
ini (missal; Melempar bayi ke udara, Lari-lari sambil membawa bayi di punggung
atau di kepala, Kuda-kudaan, Memutar
bayi) yang mengakibatkan kerusakan otak serta pendarahan di dalam otak dan pada
permukaan otak, sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi,
dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti :
1.
Kerusakan otak
2.
Kesulitan
berbicara
|
3.
Cerebral palsy
4.
Kesulitan belajar
5.
Kesulitan
koordinasi
|
6.
Kebutaan
|
7.
Epilepsi
8.
Serangan jantung
|
9.
Keterbelakangan
mental
|
0 komentar:
Posting Komentar