Home » » Dampak Perceraian Secara Psikologi

Dampak Perceraian Secara Psikologi

Written By el_mlipaki on Kamis, 09 Agustus 2012 | 10.31


Hendak bagaimana pun sebuah kejadian pasti akan berdampak bukan hanya secara fisik terlebih lagi psikologis, seperti halnya sebuah perceraian yang juga menyisakan kisah-kisah kejiwaan yang siapapun tidak ada yang mengharapkannya. Dari banyaknya kasus perceraian yang terjadi berikut
beberapa dampak yang terjadi dari sisi psikologi dari hasil wawancara dengan Dra. Nani Kartikaningsih seorang psikolog pada RSJ Kota Semarang. Walaupun talak cerai itu dari suami namun bukan berarti sang suami bebas dari segala dampak yang akan terjadi, lebih lanjut Nani menyampaikn bahkan kemungkinan suamilah yang akan lebih banyak merasakan dampaknya, berikut ulasannya. • Hilangnya rasa aman dan nyaman Seperti apapun kuatnya seorang pria, walaupun dia juga yang mengajukan talak perceraian namun hal itu justeru yang menjadi boomerang bagi dirinya. Menurut Nani dari beberapa pasiennya yang telah bercerai, para pria itu justeru merasakan sebuah hilangnya rasa aman dan nyaman ketika sendiri ataupun ketika dengan isteri keduanya. Rasa aman itu tidak lain adalah rasa nyaman yang telah dibangun bersama-sama dengan wanita pilihan hatinya yang pertama kali, sedangkan kondisi diri atau rumah tangga yang baru tidaklah ditemukan kenyamanan dimasa lalunya. • Rasa bersalah / dosa yang besar Ketidaknyamanan itu adalah wujud dari sebuah rasa bersalah karena telah meninggalkan isteri dan anak-anak yang selama ini telah mewarnai kehidupannya dengan lebih memilih kehidupan barunya ataupun orang lain. Akhirnya dengan sendirinya dia merasakan sebuah tekanan hidup (stres-red) yang itu berasal dari keputusan dia sendiri. • Hilangnya rasa nikmat Pada sebuah kasus perceraian karena poligami atau adanya pihak ketiga, bisa dimungkinkan akan munculnya ketiadaan kenikmatan dalam berhubungan intim dengan pasangan barunya. Hal itu muncul karena teringatnya dengan keluarganya yang dahulu yang telah ditinggalkan, menurut Nani pada kasus yang ekstrim hal ini bisa memicu impotensi karena pria mengalami tingkat stres yang cukup tinggi. Sedangkan hal yang biasanya dirasakan oleh seorang isteri menurut Nani adalah sebuah rasa sakit yang mendalam karena ditinggalkan oleh seorang suami yang dicintainya. Dengan hal itu bisa memunculkan rasa antipati terhadap setiap laki-laki yang akan mendekatinya, rasa akhirnya dia lebih memilih hidup sendiri dan mengurus anak-anaknya rasa kesepian itu bisa dia obati dengan hidup bersama anak-anak. Dari itu semua yang juga merasakan dampak luar biasa dari sebuah perceraian adalah seorang anak. Kasih sayang yang seharusnya dia dapatkan dari kedua orangtua guna mematangkan pertumbuhan kedewasaannya menjadi terputus ditengah jalan. Anak akan merasakan bahwa dia sudah tidak nyaman lagi di rumah, karena mungkin sang ibu juga sibuk dengan pekerjaannya untuk mengidupinya. Hal ini juga yang memicu anak korban perceraian untuk mencari kebahagian di luar rumah dengan mengamen dan sebagainya.
Share this article :

1 komentar:


  1. Water flows from a high place to a lower place. If the water that fell from a height
    bandar togel indonesia

    BalasHapus

Popular Posts

Baris Iklan

BARIS IKLAN

BARIS IKLAN
Agen Tafsir Al Qur'an Al Ibriz Bahasa Jawa Tulisan Latin Semarang

Mengenai Saya

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
 
Support : Alfin | Alfin El-Mlipaki | Sciena Madani
Copyright © 2013. el_mlipaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Sciena Madani
Proudly powered by Wonder Ummi