Home » » Menyusui Bayi Selama 2 Tahun

Menyusui Bayi Selama 2 Tahun

Written By el_mlipaki on Rabu, 13 Februari 2013 | 16.33


“Bila seorang wanita melahirkan setelah sembilan bulan mengandung, maka cukuplah dia menyusui anaknya selama 21 bulan. Bila dia melahirkan setelah mengandung tujuh bulan maka cukuplah baginya menyusui bayinya selama 23 bulan. Dan bila dia melahirkan setelah masa mengandung enam bulan maka hendaklah dia menyusui bayinya selama dua tahun penuh. (HR. Abu Hatim)
Dalil tersebut sangat jelas menjelaskan bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi sampai usia dua tahun jika memungkinkan. ASI memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Pemberian ASI pada bayi selama enam bulan pertama secara ekslusif tanpa tambahan makanan yang lain adalah satu satunya jalan untuk melindungi sang bayi.

Berikut ini kami nukilkan tulisan singkat tentang ASI dari buku : “Ibu Rumah Tangga Selalu Memberikan ASI”, Depkes RI. Cet. Dinas Kesehatan Kota Depok 2006 :
1.      Apa itu air susu ibu (ASI)?
Air Susu Ibu adalah makanan terbaik dan sempurna untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2.      Apa yang dimaksud dengan kolostrum?
Kolostrum (susu awal) adalah air susu ibu yang keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir. Berwarna kekuning-kuningan, dan lebih kental karena banyak mengandung protein dan vitamin A, serta zat kekebalan tubuh yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi. Walaupun jumlah kolostrum sedikit, namun sudah memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang tetapi harus diberikan kepada bayi.
3.      Apa yang dimaksud asi eksklusif?
ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, kecuali obat dan vitamin.
4.      Apa manfaat air susu ibu (ASI) dan kolostrum?
4.1  Manfaat Air Susu Ibu (ASI) Bagi Bayi :
A.     Merupakan makanan alamiah yang sempurna.
B.     Mudah dicerna oleh bayi.
C.     Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sempurna.
D.     Mengandung DHA dan AA yang bermanfaat untuk kecerdasan bayi.
E.      Mengandung zat kekebalan untuk mencegah bayi dari berbagai penyakit infeksi (diare, batuk, pilek, radang tenggorokan dan gangguan pernafasan).
F.      Melindungi bayi dari alergi.
G.     Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
H.     Tidak akan pernah basi (*), mempunyai suhu yang tepat, dapat diberikan kapan saja dan dimana saja.
I.        Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.
4.2  Manfaat Kolostrum Bagi Bayi :
a.       Sebagai obat yang mengandung zat kekebalan yang sangat berguna bagi bayi, karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi.
b.      Kolostrum harus segera diberikan kepada bayi, karena kolostrum dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama setelah kelahiran.
c.       Membantu pengeluaran kotoran bayi yang pertama yang berwarna hitam kehijauan (mekonium).
akah� o t a P�Z 02� mat maupun ayat-ayat mutasyabihat, maka ia adalah benar, saling membenarkan dan menguatkan karena semuanya itu berasal dari Allah Ta'ala. Sebab tidak ada satu pun yang berasal dariNya saling berbeda dan bertentangan satu sama lain, sebagaimana firman Allah: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau sekiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka akan mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya. " (An-Nisa: 82)
Karena itulah, Allah berfirman: "dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berpikiran" artinya yang dapat memahami dan merenungi maknanya hanyalah orang-orang yang berakal sehat dan memiliki pemahaman yang benar.
Rasulullah pernah mendangar suatu kaum yang saling bertengkar, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya dengan sebab (bentrokan) inilah orang-orang sebelum kalian itu binasa. Mereka mempertentangkan sebagian isi Kitab Allah dengan sebagian yang lain. Sesungguhnya Kitab Allah itu diturunkan untuk saling membenarkan yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, janganlah kalian mendustakan sebagiannya dengan sebagian lainnya. Apa saja yang kalian ketahui darinya, maka katakanlah. Dan apa saja yang kalian tidak ketahui darinya, maka serahkanlah kepada yang mengetahuinya." (HR. Ahmad dari 'Amr bin Syu'aib)
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Support : Alfin | Alfin El-Mlipaki | Sciena Madani
Copyright © 2013. el_mlipaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Sciena Madani
Proudly powered by Wonder Ummi