Home » » Jangan Mengguncang Bayi, Berbahaya !!

Jangan Mengguncang Bayi, Berbahaya !!

Written By el_mlipaki on Selasa, 17 Desember 2013 | 15.29



Seorang ibu begitu senang memiliki anak bayi, lantas iapun menggendongnya sambil melempar-lemparkan bayi ke udara bahkan perlakuan itupun kadang dilakukan ketika bayinya sedang menangis untuk menenangkannya. Tetapi kini kebahagian itupun telah sirna karena perbuatannya itu dengan melemparkan bayinya ke udara menjadikan bayi itu terkena shaken baby syndrome (SBS). Sindrom bayi terguncang atau shaken baby syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan salah satu bentuk kekerasan pada bayi akibat mengguncangnya terlalu keras. Bukan bahagia yang ibu itu dapatkan namun duka yang mendalam karena bayinya terkena SBS dari perlakuan si ibu itu, lantas apa yang salah?

Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi berusia kurang dari 1 tahun yang bisa mengakibatkan cedera otak parah dan permanen, cedera tulang belakang, pendarahan di mata (pendarahan retina) bahkan hingga kematian. Data statistik dari Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC) korban dari sindrom bayi terguncang ini umumnya berusia 3-8 bulan, dan sekitar 25 persennya meninggal akibat cedera yang dialaminya. Bayi memiliki otot leher yang sangat lemah serta memiliki kepala yang berat dan besar untuk ukuran tubuhnya. Selain itu terdapat ruang antara tengkorak dan otak yang memungkinkan untuk perkembangan otak bayi.
Jika bayi mengalami guncangan yang keras, maka bisa menyebabkan otak di dalam tengkorak bergerak yang mengakibatkan memar jaringan otak dan merobek pembuluh darah. Pada umumnya luka yang timbul termasuk pendarahan di sekitar otak, pendarahan di mata dan sumsum tulang belakang serta cedera pada leher. Namun pada beberapa kasus kadang ditemukan adanya patah tulang rusuk atau patah tulang lainnya. Biasanya luka yang timbul akibat sindrom ini tidak langsung terlihat. Tapi beberapa bayi terkadang mengalami muntah atau menjadi lekas marah.
Gejala-gejala ini terjadi karena meningkatnya tekanan dalam otak akibat pendarahan atau pembengkakan. Gejala lain yang mungkin timbul adalah lesu, sesak napas dan kejang. Bayi yang mengalami cedera akibat sindrom ini membutuhkan perawatan darurat, termasuk bantuan pernapasan dan juga operasi. Selain itu seringkali bayi memerlukan pengeringan darah di sekitar otak untuk mengurangi cedera, serta dibutuhkan perawatan lain termasuk pemeriksaan mata (opthalmologic) dan juga saraf (neurologis).
Goyangan ini (missal; Melempar bayi ke udara, Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala,  Kuda-kudaan, Memutar bayi) yang mengakibatkan kerusakan otak serta pendarahan di dalam otak dan pada permukaan otak, sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti :
1.      Kerusakan otak
2.      Kesulitan berbicara
3.      Cerebral palsy
4.      Kesulitan belajar
5.      Kesulitan koordinasi
6.      Kebutaan
7.      Epilepsi
8.      Serangan jantung
9.      Keterbelakangan mental



Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Baris Iklan

BARIS IKLAN

BARIS IKLAN
Agen Tafsir Al Qur'an Al Ibriz Bahasa Jawa Tulisan Latin Semarang

Mengenai Saya

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Arsip Blog

 
Support : Alfin | Alfin El-Mlipaki | Sciena Madani
Copyright © 2013. el_mlipaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Sciena Madani
Proudly powered by Wonder Ummi