Home » » Menyiasati Hutang Menumpuk

Menyiasati Hutang Menumpuk

Written By el_mlipaki on Sabtu, 21 Desember 2013 | 12.01



Anda pernah berhutang dalam hidup ini? ataukah anda sedang mengalami masalah pelik dalam hidup karena hutang yang menumpuk lantas bingung harus berbuat apa karena pemasukan dan pengeluaran begitu tak seimbang. Adopsi sembilan cara berikut ini untuk membebaskan diri dari utang.

1.      Sadari bahwa anda berutang
Berapa pun besar utang Anda, sadarilah bahwa anda memiliki utang. Ini langkah pertama untuk bebas dari jeratannya. Karena bila sudah disadari, anda akan termotivasi untuk mencari jalan keluarnya.
2.      Kalkulasikan hutang
Catatlah dengan siapa saja anda berutang. Jangan lupa untuk menghitung bunganya. Lihat pula jangka waktu pelunasannya. Prioritaskan yang butuh pelunasan cepat, misalnya utang kartu kredit dan Kredit Tanpa Agunan. Dengan catatan ini, akan tergambar secara menyeluruh kewajiban untuk membayar utang anda seluruhnya.
3.      Negosiasi hutang
Pada beberapa debitur (pemberi utang), anda bisa melakukan negoisasi untuk meringankan pembayarannya. Misal, mengajukan permohonan penurunan suku bunga kredit kepada bank atau pemberi pinjaman pribadi. Atau memindahkan utang pada bank yang suku bunganya rendah. Sekarang ini banyak bank yang menawarkan program transfer balance dengan bunga nol persen dalam beberapa bulan. Anda juga bisa meminta keringanan pada bank pemberi kredit. Ceritakan saja secara jujur kondisi keuangan anda yang sedang sulit. Biasanya akan ada alternatif pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan anda. Hati-hati jangan terjebak pada suku bunga floating atau tidak tetap, yang sewaktu-waktu bisa berubah. Kalau turun tak masalah, tapi kalau bunga naik, anda akan terjerat cicilan yang akan terus membesar.
4.      Proporsi penghasilan
Idealnya, cicilan utang tidak boleh lebih dari 30 persen penghasilan anda. Namun dalam keadaan mendesak, bisa diperbesar lagi. Toh, sifatnya sementara. Begitu kondisi keuangan sudah membaik, pos ini bisa dialihkan ke pengeluaran lain, atau ditabung.
5.      Segera bayar
Prioritaskan pelunasan pada utang yang bernilai tinggi dan berdampak besar seperti penyitaan rumah dan mobil. Bila punya lebih dari satu kartu kredit, prioritaskan yang berjumlah besar atau berbunga tinggi.
6.      Cari penghasilan tambahan
Bisa mencari pekerjaan sampingan, atau bekerja lembur. Bila anda memiliki sejumlah barang layak jual, sebaiknya jual saja melalui online atau garage sale.
7.      Tahan nafsu belanja
Idealnya, pos untuk membayar utang tambah besar agar pelunasannya bisa cepat. Agar pos ini bisa besar, maka pos belanja diperkecil. Artinya anda harus menahan nafsu belanja untuk sementara waktu, sampai utang anda lunas.
8.      Menurunkan standar hidup
Misal, mencari rumah sewa yang lebih murah, pindah ke rumah yang harga belinya lebih murah, atau jika perlu pindah ke rumah orang tua. ganti mobil dengan yang lebih murah, dari segi bahan bakarnya atau harganya. Kurangi juga makan di restoran atau kafe mahal. Jika perlu bawa bekal makan ke kantor.
9.      Stop berutang
Bila kemampuan anda tak memenuhi untuk mengambil pinjaman apa pun, maka jangan pernah berani berutang. Apalagi mengajukan kartu kredit. Beberapa orang yang hidup tanpa kartu kredit mengaku hidupnya lebih tenang. Kalau mau membeli sesuatu lebih baik menunggu hingga uangnya cukup. Memang butuh waktu, tapi hidup lebih tenang jika tak dikejar utang.


Share this article :

1 komentar:

Popular Posts

Baris Iklan

BARIS IKLAN

BARIS IKLAN
Agen Tafsir Al Qur'an Al Ibriz Bahasa Jawa Tulisan Latin Semarang

Mengenai Saya

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Arsip Blog

 
Support : Alfin | Alfin El-Mlipaki | Sciena Madani
Copyright © 2013. el_mlipaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Sciena Madani
Proudly powered by Wonder Ummi