Home » » Tips Menyimpan ASI Perah untuk Ibu-ibu Bekerja

Tips Menyimpan ASI Perah untuk Ibu-ibu Bekerja

Written By el_mlipaki on Selasa, 17 Desember 2013 | 14.14



Bagi seorang bayi ASI (Air Susu Ibu) eksklusif dianjurkan diberikan selama 6 bulan sejak hari pertama bayi lahir ke dunia dalam batas minimal, sedangkan anjuran secara umum menyebutkan bahwa kebutuhan bayi atas ASI mencapai dua tahun. Sayangnya, bagi ibu-ibu bekerja jatah cuti hanya diberikan selama 3 bulan. Mau tak mau bila tetap ingin memberikan ASI eksklusif, ASI perah menjadi pilihan.
ASI perah maksudnya adalah ASI yang dipompa, lalu disimpan untuk kemudian diberikan kepada bayi dengan media botol. Namun cara penyimpanan ASI perah tak boleh sembarangan, karena sedikit saja kelalain bisa membuat susu beracun untuk bayi.
Berikut beberapa tips menyimpan ASI perah (ASIP) untuk ibu-ibu bekerja;


1.      Satu hal yang penting sebelum Anda mulai memompa ASI, pastikan bayi diperkenalkan terlebih dahulu dengan cara menghisap susu dari botol sebelum Anda melakukan prosedur ASI perah. Karena banyak bayi yang enggan menghisap ASI dari botol.
2.      ASIP tidak hanya berguna untuk ibu yang bekerja, tetapi Anda juga bisa menyimpannya saat melakukan liburan dengan sang bayi sehingga tidak perlu malu menyusui di tempat umum.
3.      Untuk menjaga kualitasnya, segera simpan ASIP setelah Anda memompanya. Prinsipnya, menyimpan ASIP dalam suhu dingin dapat meningkatkan daya tahannya; perubahan suhu diusahakan tidak drastis; dan semakin sebentar waktu penyimpanan ASIP maka akan semakin baik kualitasnya.
4.      Menjaga ASIP di lemari es normal dapat dilakukan selama 3 hari sampai seminggu. Simpan di botol penyimpanan khusus dan tidak mengembalikannya setelah menggunakan sekali. Menyimpan ASIP di freezer dilakukan jika Anda perlu menyimpan ASIP untuk jangka waktu lebih dari 8 hari.
5.      Disarankan untuk menyimpan ASIP dalam wadah 25-100 ml dan mengambil ASIP dari wadah seperlunya saja. Selain ASIP dapat lebih cepat dicairkan dan atau dihangatkan, ASIP yang sudah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali namun dapat disimpan di dalam kulkas selama 24 jam. Sedangkan ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dihangatkan kembali.
6.      ASIP tidak boleh dicairkan dengan meletakkannya di air panas, tapi cukup dimasukkan ke air sedikit hangat. Jangan memasukkan ASIP ke microwave karena dapat merusak nutrisi penting dalam ASI.
7.      ASI mungkin terlihat kecoklatan atau sedikit berubah warna setelah di simpan di lemari es, tetapi tidak ada yang abnormal dengan hal itu. Ada juga mungkin beberapa sedimentasi seperti lemak yang terpisah, goyangkan  atau kocok saja botol sebelum diberikan pada bayi.


Beberapa hal di atas akan sangat membantu seorang perempuan dalam menjalankan tugasnya sebagai ibu baik yang tetap memberikan hak nutrisi seorang bayi dari ASI. Begitupula seorang bayi tidak akan merasa terabaikan dengan kegiatan orangtua. Semoga bermanfaat.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Baris Iklan

BARIS IKLAN

BARIS IKLAN
Agen Tafsir Al Qur'an Al Ibriz Bahasa Jawa Tulisan Latin Semarang

Mengenai Saya

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Arsip Blog

 
Support : Alfin | Alfin El-Mlipaki | Sciena Madani
Copyright © 2013. el_mlipaki - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Sciena Madani
Proudly powered by Wonder Ummi